Fusce eu nulla semper porttitor felis sit amet

Nunc tincidunt, elit non cursus euismod, lacus augue ornare metus, egestas imperdiet nulla nisl quis mauris. Suspendisse a pharetra urna. Morbi dui...

Fusce eu nulla semper porttitor felis sit amet

Nunc tincidunt, elit non cursus euismod, lacus augue ornare metus, egestas imperdiet nulla nisl quis mauris. Suspendisse a pharetra urna. Morbi dui...

Fusce eu nulla semper porttitor felis sit amet

Nunc tincidunt, elit non cursus euismod, lacus augue ornare metus, egestas imperdiet nulla nisl quis mauris. Suspendisse a pharetra urna. Morbi dui...

Fusce eu nulla semper porttitor felis sit amet

Nunc tincidunt, elit non cursus euismod, lacus augue ornare metus, egestas imperdiet nulla nisl quis mauris. Suspendisse a pharetra urna. Morbi dui...

Launching Web SMK

Wpfreeware 6:49 AM Technology

telah mengudara kembali official website SMK Negeri 1 Muara Teweh yang mana sebelumnya mengalami beberapa kendala teknis. Dan semoga dengan kembali hadirnya website ini bisa memberikan informasi bagi seluruh lapisan masyarakat

Selanjutnya >>

Ujian Nasional

Wpfreeware 6:49 AM Technology

Ujian Nasional merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penjaminan mutu di satuan pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai berikut :

  • Pasal 63 ayat (1): Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
    • 1.  Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
    • 2.  Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
    • 3.  Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
  • Pasal 66 ayat (1): Penilaian hasil belajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) butir c bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan teknologi dan dilakukan dalam bentuk Ujian Nasional.
  • Pasal 66 ayat (2): Ujian Nasional dilakukan secara obyektif, berkeadilan,dan akuntabel.
  • Pasal 66 ayat (3): Ujian Nasional diadakan sekurang-kurangnya satu kali dan sebanyak-banyaknya dua kali dalam satu tahun pelajaran.
  • Pasal 68: Hasil Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
    • 1.  pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
    • 2.  dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
    • 3.  penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan;
    • 4.  pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
  • Pasal 69 ayat (1): Setiap peserta didik jalur formal pendidikan dasar dan menengah dan pendidikan jalur non formal kesetaraan berhak mengikuti Ujian Nasional dan berhak mengulanginya sepanjang belum dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
  • Pasal 69 ayat (2): Setiap peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)wajib mengikuti satu kali Ujian Nasional tanpa dipungut biaya.
  • Pasal 69 ayat (3): Peserta didik pendidikan informal dapat mengikuti UjianNasional setelah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Badan Standar NasionalPendidikan (BSNP)

Dalam perjalanannya penilaian hasil belajar oleh Pemerintah telah diselenggarakan sejak tahun 1950an dan telah berubah bentuk berulangkali. Sebagaimana uraian berikut ini :

  1. Periode 1950-1960an. Pada periode ini Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan menyelenggarakan Ujian Penghabisan yang mana seluruh soal berbentuk esai dan diperiksa oleh pusat-pusat rayon.
  2. Periode 1965-1971. Pada periode ini Pemerintah memegang kendali pelaksanaan ujian di mana seluruh mata pelajaran diujikan dalam bentuk Ujian Negara.
  3. Periode 1972-1979. Pada periode ini Pemerintah mengendurkan peraturan dengan mempersilahkan masing-masing sekolah untuk menyelenggarakan ujian akhir dalam bentuk Ujian Sekolah. Kendali mutu lulusan (kelulusan) dipegang sepenuhnya oleh sekolah. Pemerintah hanya menyediakan pedoman pelakasanaan nya untuk menjamin kesetaraan penyelenggaraan ujian oleh masing-masing sekolah.
  4. Periode 1980-2001. Pada periode ini kendali mutu lulusan ditentukan oleh 2 model evaluasi yaitu EBTANAS yang dikoordinir oleh Pemerintah Pusat dan EBTA yang dikoordinir oleh Pemerintah Daerah. Pada EBTANAS, kelulusan siswa ditentukan oleh kombinasi nilai rapor semester I (P), nilai rapor semester II (Q) dan nilai EBTANAS murni(R). Oleh sebab itu pada periode ini, penentu kelulusan dipegang oleh Pemerintah dan Sekolah.
  5. Periode 2002-2004. Pada tahun 2002, EBTANAS diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan kemudian berubah nama menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Perbedaan yang menonjol antara UAN dengan EBTANAS adalah dalam cara menentukan kelulusan siswa, terutama sejak tahun 2003. Untuk  kelulusan siswa pada UAN ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual.  Pada UAN 2003 standar kelulusan adalah 3.01pada setiap mata pelajaran dan nilai rata-rata minimal 6.00. Soal ujian dibuat oleh Departemen Pendidikan Nasional dan pihak sekolah tidak dapat mengatrol nilai UAN.Para siswa yang tidak/belum lulus masih diberi kesempatan mengulang selang satu minggu sesudahnya. Pada UAN 2004, kelulusan siswa didapat berdasarkan nilai minimal pada setiap mata pelajaran 4.01 dan tidak ada nilai rata-rata minimal.Pada mulanya UAN 2004 ini tidak ada ujian ulang bagi yang tidak/belum lulus.Namun setelah mendapat masukan dari berbagai lapisan masyarakat, akhirnya diadakan ujian ulang.
  6. Periode 2005-Sekarang. Mulai tahun 2005 untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, pemerintah menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMA/SMK/MA/SMALB/SMKLB. Sedangkan untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, mulai tahun ajaran 2008/2009pemerintah menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN)untuk SD/MI/SDLB. Khusus SMK, mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Kompetensi Kejuruan. Sejak tahun pelajaran 2014/2015, Pemerintah melakukan terobosan dengan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer dengan SMK sebagai penyelenggara terbanyak.

Setiap tahun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Standar Nasional Pendidikan menerbitkan Prosedur Operasional Standar (POS) untuk menjamin pelaksanaan Ujian Nasional yang akuntabel.

 

POS Ujian Nasional SMK dapat diunduh melalui tautan berikut :

Kisi-kisi Ujian Nasional SMK dapat diunduh melalui tautan berikut :

Selanjutnya >>

LKS Libatkan Negara Asean

Wpfreeware 6:49 AM Technology

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong dan memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan kompetensi dan menanamkan karakter positif yang diwujudkan pada pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat nasional. 

Penyelenggaraan LKS SMK dilaksanakan Kemendikbud secara konsisten sejak 1992-2018. Bahkan saat ini LKS SMK sudah menapak level internasional karena melibatkan negara-negara ASEAN yang tergabung dalam South East Asia Creative Camp (SEACC). Pelaksanaan LKS SMK tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). LKS SMK 2018 yang mengangkat tema “Generasi Muda Zaman Now yang Berkompe ten dan Berkarakter” diikuti 1.068 peserta. 

“Penyelenggaraan LKS SMK ini merupakan wujud program pemerintah meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan menanamkan karakter positif siswa,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada pembukaan LKS SMK yang juga bertempat dengan Puncak Peringatan Hardiknas, di Lombok City Center (LCC), Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (7/5/2018). 

Pelaksanaan LKS SMK memperlombakan 58 bidang lomba, dengan rincian 2 bidang lomba daring (online), 49 bidang lomba luring (offline). 

Selain memperlombakan bidang-bidang siswa SMK Indonesia, pelaksanaan tahun ini turut diperlombakan tujuh bidang yang diikuti komunitas vokasi dengan peserta dari Indonesia maupun dari negara lain di tingkat ASEAN, dengan nama South East Asia Creative Camp (SEACC). Bidang-bidang yang diperlombakan untuk komunitas vokasi meliputi Becoming an Entrepreneur is Easy, Multimedia: AR School Project, Multimedia: AR STEM Project, Multimedia: Educational Game Dev, 2D Animation, Urban Agriculture, dan Online Modeling Tourism Promotion. 

“Bila LKS SMK tahun ini juga diikuti oleh siswa SMK dari negara ASEAN lainnya, ini menggambarkan area pasar bebas menjadikan antarnegara dan antar sektor khususnya di ASEAN seakan tanpa batas untuk dapat disandingkan sebagai pilihan,” jelas Mendikbud. 

Oleh karena itu, kata Mendikbud, siswa dan guru dapat menjadikan LKS SMK tahun ini sebagai sumber belajar yang dapat digunakan untuk mengkreasikan karya dan kinerja lebih baik, lebih tinggi, dan lebih bermutu. “Para kepala SMK yang hadir harus dapat menemukan inspirasi untuk pengembangan sekolah dan penguatan kompetensi siswa dan lulusan di sekolahnya. Di sinilah dapat dilakukan belanja ide dan inspirasi untuk memenangkan persaingan di dunia kerja,” kata Muhadjir. 

Selain berbagai kegiatan tersebut, terdapat juga kegiatan-kegiatan pendukung yang menjadi nilai tambah bagi peserta, pembimbing, dan kepala sekolah, terdiri atas lokakarya yang di selenggarakan dengan lebih menekankan pada “bisnis daring” yang akan membatu menguak perilaku hidup masyarakat saat ini telah berubah dan menuntut kemampuan menyesuaikan bagi dunia SMK dalam menyiapkan lulusan yang berkeunggulan. 

Selanjutnya, kegiatan Job Match ing memberikan informasi tentang kebutuhan kompetensi tenaga kerja yang saat ini sedang dibutuhkan di dunia kerja; Sertifikasi memberikan gambaran tentang pentingnya legalitas dan bukti fisik akan kom petensi yang dikuasai oleh seseorang melalui sebuah pengujian yang terstandar. 

“Dengan sertifikat kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK maka dapat menjadi paspor dalam menembus dunia kerja,” ujar Muhadjir. 

Kemudian juga terdapat kegiatan Show of Skills alumni World Skills Competition (WSC), dapat membuka wawasan tentang penguasaan kompetensi sekaligus penguatan kreativitas dalam berkarya; Pojok-pojok literasi yang tersedia, diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan pengetahuan dan pengalaman menjadi ide kreatif yang mempunyai makna dan manfaat lebih besar. 

“Tentu saja, peserta juga perlu menikmati kegembiraan dengan wisata edukasi dan kegiatan One School One Province dengan kegiatan persahabatan serta bertukar pengalaman dalam budaya,” kata Mendikbud. 

Menurut dia, berbagai lom ba dan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mempromosikan kompetensi siswa dan lulusan SMK, agar masyarakat—khususnya dunia usaha dan industri, dapat menyaksian secara langsung sehingga dapat memberikan pengakuan terhadap SMK.

“Kehadiran industri untuk kemudian melakukan perekrutan mau pun memberi dukungan terhadap pengembangan mutu pendidikan di SMK,” tutur Mendikbud. 

Mendikbud berharap dengan penyelenggaraan LKS SMK ini, para siswa SMK mendapatkan pengalaman terbaik dan memperoleh inspirasi. 

“Saya berharap para peserta dapat meraih pengalaman terbaik dan memperoleh inspirasi dari sesama peserta yang hadir. Maju terus sekolah menengah kejuruan. SMK Bisa! SMK Hebat!” pungkas Mendikbud. 

Sumber : sindonews.com

Selanjutnya >>